Rabun Jauh dan Rabun Dekat, Apa Bedanya ?

Rabun Jauh dan Rabun Dekat, Apa Bedanya ?

 

Rabun Jauh dan Rabun Dekat, Apa Bedanya ? Mata merupakan salah satu organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup dan menggambarkan sesuatu yang ada disekeliling kita. Organ satu ini adalah karunia dari sang pencipta untuk makhluk hidup yang berguna untuk menangkap gambar dan menyampaikannya ke dalam otak untuk disimpan di memori otak. Tidak terbayangkan apabila makhluk hidup tidak memiliki mata karena tidak dapat menikmati keindahan yang diciptakan sang ilahi oleh karena itu kita perlu bersyukur apa yang telah diberikannya dengan cara menjaga kesehatan mata.

Rabun Jauh dan Rabun Dekat, Apa Bedanya ?

Rabun Jauh dan Rabun Dekat, Apa Bedanya ?

Berbicara tentang menjaga kesehatan mata tentunya banyak sekali macamnya, salah satunya dengan rajin mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A. Tetapi apa yang terjadi apabila kita tidak menjaga kesehatan mata? mungkin bisa saja berbagai penyakit mata menghantui seperti salah satunya rabun. Mengenal rabun mata tentu anda sudah tidak asing lagi, tidak ada salahnya kita mengingat kembali pelajaran yang ada di masa SD dengan mengenal macam-macam rabun. Rabun terbagi menjadi 4 yaitu rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), rabun tua (presbiopi), rabun senja (nyctalopia). Nah, kali ini yang akan kami bahas adalah mengenai Rabun Jauh dan Rabun Dekat.

Rabun Jauh

Rabun jauh atau miopi adalah kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat kabur. Kondisi ini juga disebut dengan istilah miopia.

Tingkat keparahan rabun jauh sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita. Pengidap rabun jauh yang ringan umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, rabun jauh yang tergolong parah akan memengaruhi kemampuan melihat pengidapnya sehingga harus ditangani dengan seksama.

Gejala Rabun Jauh

Gejala rabun jauh dapat terjadi pada siapa saja dan dari segala umur. Tetapi kondisi ini umumnya mulai dirasakan oleh pengidap pada usia sekolah hingga remaja. Berikut adalah gejala-gejala rabun jauh yang seringkali muncul.

  • Pandangan kabur saat melihat objek yang jauh sehingga sering menyipitkan mata, misalnya kesulitan melihat huruf di papan tulis.
  • Sakit kepala atau mata lelah karena mata bekerja secara berlebihan.
  • Frekuensi mengedipkan mata yang berlebihan.
  • Sering menggosok mata.
  • Terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh.

Gejala tersebut perlahan-lahan akan makin parah seiring bertambahnya usia dan perkembangan mata. Contohnya pada lansia, penurunan kemampuan mata biasanya berhubungan dengan terbentuknya katarak pada lensa mata.

Jika Anda atau anak Anda mengalami penurunan daya penglihatan secara signifikan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, periksakanlah kondisi mata Anda atau anak Anda ke dokter spesialis mata.

Penyebab Mata Rabun Jauh

Ada beberapa penyebab terjadinya mata rabub jauh diantaranya sebagai berikut :

  • Faktor keturunan
  • Sering bergadang
  • Kurang asupan vitamin A
  • Kurang beristirahat
  • Sering membaca sambil tiduran
  • Belajar dalam pencahayaan yang kurang
  • Menonton TV dengan jarak yang dekat
  • Kurangnya oksigen yang masuk melalui setiao urat syaraf
  • Kornea mata yang cukup merasa lelah karena padatnya rutinitas
  • Sering berada di depan komputer dengan pantulan cahaya yang cukup signifikan

Rabun Dekat

Rabun dekat adalah gangguan pada mata yang menyebabkan penderita tidak bisa melihat objek dekat dengan jelas atau terlihat buram, namun biasanya benda yang jauh justru terlihat jelas.

Rabun dekat, atau yang disebut juga dengan hiperopia atau hipermetropia, sering dikaitkan sebagai masalah pembiasan. Pada mata yang mengalami hipermetropia, cahaya yang seharusnya dipantulkan tepat pada retina (lapisan mata yang sensitif terhadap cahaya) menjadi dipantulkan di belakang retina. Akibatnya, pengelihatan jarak dekat akan menjadi kabur dan mata akan menjadi mudah lelah.

Gejala Rabun Dekat

Anda kemungkinan besar menderita rabun dekat apabila mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Objek jauh terlihat jelas, tapi objek dekat tampak tidak fokus dan buram.
  • Mata terasa lelah usai melihat objek dekat, seperti menggunakan komputer atau membaca
  • Harus mengerlingkan mata untuk melihat dengan jelas.
  • Kesulitan membaca.
  • Mata terasa panas dan gatal.
  • Sakit kepala.

Rabun dekat umumnya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun, namun sebagian kecil anak-anak juga bisa terlahir dengan kondisi ini.

Faktor Penyebab Rabun Dekat

  • Usia , merupakan faktor utama yang menjadikan mata mengalami gangguan tidak bisa melihat, membaca dengan jarak yang cukup dekat.
  • Apabila membaca dalam jarak yang cukup dekat dengan objek, objek atau benda seperti terlihat besar.
  • Sebaliknya dengan rabun jauh. Seseorang yang teridentifikasi rabun dekat, mampu melihat objek atau benda jarak jauh dengan cukup jelas, hal ini disebabkan oleh retina dan kornea yang merupakan jaringan syaraf yang paling penting pada mata untuk menerima cahaya yang masuk.

Mata rabun umumnya disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti membaca sambil tiduran, pencahayaan yang kurang, kurangnya olahraga pada mata, mata kurang mendapat oksigen yang cukup, sering begadang, menonton TV dengan jarak yang cukup dekat, faktor keturunan, usia dsb.

Bagi Anda yang sedang mencari obat untuk penyakit mata rabun baik rabun jauh dan rabun dekat, disini menghadirkan S Lutena sebagai obat untuk mencegah, mengobati dan menjaga kesehatan mata . Untuk selengkapnya silahkan baca KLIK DISINI

Rabun Jauh dan Rabun Dekat, Apa Bedanya ?

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*