Mata Minus Tidak Pakai Kacamata

Mata Minus Tidak Pakai Kacamata

 

Mata Minus Tidak Pakai Kacamata, Mata minus/rabun jauh atau yang lebih dikenal dengan miopia dalam dunia medis adalah suatu kondisi mata yang tidak lagi mampu melihat objek secara jelas dari jarak jauh namun tetap dapat melihat secara normal dari jarak dekat.

Mata Minus Tidak Pakai Kacamata

Mata Minus Tidak Pakai Kacamata

Pemakaian kacamata minus pada penderita miopia setiap hari tidak dapat mengurangi minus mata yang ada, namun dapat membantu memperlambat peningkatan/tidak memperburuk minus yang ada.

Kacamata memang sangat membantu penglihatan seseorang namun tahukah bahwa kacamata bukanlah solusi utama untuk mata minus? Memakai atau tidak memakai kacamata pada mata minus memang mempunyai pengaruhnya masing-masing. Pembahasan kali ini kita akan membahas bahaya mata minus tanpa kacamata

Penggunaan kacamata merupakan sebuah kebutuhan bagi seseorang dengan mata minus, plus, atau silinder. Seringkali alasan ketidakpraktisan membuat sebagian penderita mata ini malas menggunakan kacamata. Nah, apakah akibatnya jika penderita mata minus terus dibiarkan tidak menggunakan kacamata?

  1. Bertambahnya Minus Pada Mata

Banyak yang berfikir melepas kacamata akan membantu melatih mata agar lebih fokus dan akhirnya mereka akan menganggap bahwa melepas kacamata akan membantu menurunkan minus dengan perlahan-lahan. Orang yang berpikiran seperti itu adalah salah, karena mata yang minus harus dibantu dengan kacamata untuk memfokuskan mata yang minus tersebut. Namun untuk beberapa kesempatan melepaskan kacamata tidak akan menimbulkan efek bertambahnya minus jika, melepas kacamata itu untuk mengistirahatkan mata. Contohnya dalam keadaan tidur harus melepas kacamata.

  1. Mata Menjadi Cepat Lelah

Mata minus yang tidak menggunakan kacamata akan menjadikan mata seseorang menjadi cepat lelah yang mengakibatkan mata orang itu akan bertambah minusnya. Mata yang lelah sangat rentan sekali terkena penyakit seperti sakit mata, dan iritasi ringan yang terjadi pada mata. Karena pada umumnya mata yang lelah akan gampang membuat virus masuk kedalam mata dan menjadikan mata sakit dan merah.

  1. Rabun Jauh

Kebanyakan rabun jauh di derita oleh anak muda yang tidak dapat melihat sesuatu dari kejauhan. Hal ini disebabkan karena minus yang terdapat pada mata seseorang. Orang itu hanya dapat melihat sesuatu dengan jelas dari jarak yang cukup dekat. Penyakit rabun jauh ini cukup membuat seseorang merasa tidak nyaman karena cukup membuat seseorang kesusahan dalam hal untuk melihat sesuatu dengan jelas dan teliti. Ini mengakibatkan gejala mata minus, seperti terbagi fokusnya. Hal ini juga dapat membuat minus pada mata bertambah lagi.

  1. Sakit Mata

Mata minus yang tidak memakai kacamata akan membuat mata rentan terhadap sebuah virus dan membuat virus tersebut cepat menyebar ke dalam mata contohnya virus yang menyebabkan mata seseorang merah karena terkena virus mata yang biasanya disebut dengan sakit mata. Jenis penyakit mata ini mungkin memang terlihat biasa, namun sangat membuat seseorang merasa sangat menderita, karena terus menerusnya keluar air pada bagian mata dan mata menjadi berwarna merah yang terasa panas.

Selain itu, saat bangun tidur mata seseorang yang menderita sakit mata akan susah dibuka karena kotoran pada mata yang mengering dan menyebabkan sakit saat membuka mata. Satu-satu nya cara untuk menyembuhkannya dengan cara memeriksanya ke dokter mata agar penyakit tersebut tidak berkelanjutan. Jika penderita sakit mata tidak memeriksakannya dan hanya membiarkan penyakit itu maka bisa saja mengakibatkan mata orang tersebut mengalami kebutaan entah itu kebutaan sementara maupun kebutaan permanen.

  1. Kebutaan Dini

Hal ini banyak terjadi pada anak-anak yang masa kecilnya sudah memakai kacamata yang tebal. Lensa yang tebal yang digunakan pada kacamata akan melekat terus pada mata. Jika dalam jangka panjang lensa tersebut di lepas dari mata maka mata akan belajar untuk memfokuskan pandangannya sendiri sehingga, mata akan cepat menjadi lelah. Akhirnya mata yang lelah tersebut akan mengalami kebutaan dini atau kebutaan sesaat karena cara kerja mata yang memaksa mata untuk memfokuskan pandangan secara berlebihan. Hal ini biasanya terjadi pada orangtua yang dari usia mudanya sudah menggunakan kacamata yang memiliki lensa mata yang tebal.

Seseorang yang sudah membutuhkan kacamata untuk membantu melihat, maka umumnya akan terus menggunakannya seumur hidup. Kecuali jika orang tersebut melakukan bedah refraktif atau lebih dikenal dengan lasik. Sekian artikel mengenai mata minus tidak pakai kacamata, semoga artikel diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Mata Minus Tidak Pakai Kacamata

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*