MATA MINUS PADA ANAK

MATA MINUS PADA ANAK

MATA MINUS PADA ANAK – Jumlah anak-anak kecil yang memakai kaca mata minus di perkotaan karena menderita rabun jauh alias mata minus lebih banyak ditemukan di perkotaan dibandingkan di desa-desa. Selain karena faktor genetik, gaya hidup juga berpengaruh karena sejak kecil orang moderen di perkotaan lebih jarang keluar rumah.

Di berbagai belahan dunia, jumlah penderita rabun jauh atau myopi terus meningkat dari masa ke masa. Di Amerika Serikat saja, populasi orang berkaca mata minus meningkat dari sekitar 25 persen pada tahun 1970-an menjadi 42 persen di awal tahun 2000. Faktor genetik memang sangat berperan karena kadang-kadang sifat ini bisa diturunkan, namun itu bukan satu-satunya. Belakangan, gaya hidup di perkotaan yang jarang keluar rumah lebih sering dijadikan kambing hitam karena membuat mata jarang kena sinar matahari.

Mata Minus

Mata Minus Pada Anak

Otak dan mata berevolusi dengan sangat lambat, sehingga perkembangannya masih sama seperti pada nenek moyang manusia yang hidup jutaan tahun silam. Sinar matahari sangat mempengaruhi indra penglihatan karena hingga masa itu manusia lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Kini di zaman moderen, manusia lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan dan melihat dengan cahaya buatan yang berasal dari lampu. Perbedaan intensitas cahaya lampu dengan matahari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mata, khususnya jarak antara lensa dengan retina.

Karena cahaya lampu relatif lebih redup, berbagai komponen mata tidak berkembang dengan baik sehingga bayangan tidak jatuh tepat pada retina. Akibatnya penglihatan jadi kabur dan harus dibantu dengan kacamata minus agar pandangan jadi lebih fokus.

 

TANDA DAN GEJALA MATA MINUS PADA ANAK

Memakai kacamata bukanlah akhir segalanya bagi anak. Ini merupakan masalah gangguan pembiasan (refraksi). Gangguan pembiasan membuat obyek yang ditangkap oleh mata terlihat tidak fokus alias buram. Keadaan inilah yang dikoreksi dengan pemakaian kacamata atau lensa kontak. Sebenarnya, ada berbagai jenis gangguan pembiasan. Dan, yang biasa dialami anak adalah kelainan mata minus (gangguan pembiasan rabun jauh) dan kelainan mata plus (gangguan pembiasan rabun dekat). Nggak susah kok untuk menebak gangguan mana yang diderita oleh anak. Karena, ada beberapa perilaku khas yang umum jadi pertanda. Apa itu?
Hal yang bisa diamati pada anak dengan kelainan mata plus adalah:
1. Begitu melihat gambar atau bacaan, anak akan menjauhkan matanya dari buku tersebut.
2. Anak cepat mengeluh lelah dan merasa tidak nyaman ketika menggambar, menulis atau membaca.
3. Terkadang mata anak mudah berair, merah, bahkan terasa gatal.
Penyebab Myopia (Mata Minus).
1. Faktor genetika dari orang tua.
2. Faktor kebiasaan seperti kondisi sering membaca atau menulis dengan jarakdekat
3. Pencahayaan yang ekstra kuat dan lama (komputer dan televisi) juga memperberat kondisi progresif dari myopia.
Nah, jika anda menemukan gejala – gejala itu pada anak anda ,maka segeralah cek ke dokter agar segera diketahui apakah anak anda menderita mata minus.

Itulah beberapa informasi mengenai mata minus pada anak. Terima kasih anda telah membaca artikel mengenai mata minus pada anak. Semoga artikel mengenai mata minus pada anak diatas dapat bermanfaat untuk anda.

 

MATA MINUS PADA ANAK

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*