Mata Minus Melahirkan Normal

Mata Minus Melahirkan Normal

 

Mata Minus Melahirkan Normal, Mata minus merupakan suatu kondisi di mana mata memiliki kemampuan melihat objek yang dekat, namun kabur dan kehilangan fokus jika melihat objek yang berada jauh dari mata. Secara bahasa, istilah myopia sebenarnya berasal dari bahasa Yunani kuno yang memiliki arti menyipitkan atau menyempitkan mata. Orang yang menderita mata minus cenderung terbiasa menyipitkan mata untuk melihat dengan lebih jelas objek yang jauh jaraknya dari jangkauan mata. Ini merupakan salah satu karakteristik utama yang dialami penderita miopia atau mata minus.

Mata Minus Melahirkan Normal

Mata Minus Melahirkan Normal

Ibu hamil dengan mata minus memiliki resiko lebih besar untuk menjalani persalinan secara normal. Ini lantaran, saat hamil, ibu akan mengalami perubahan hormon di seluruh tubuh termasuk bagian mata. Akibatnya, ibu hamil dengan mata minus yang cukup tinggi, bila melahirkan dengan cara normal bisa mengalami lepasnya retina dan mengakibatkan penglihatan jadi terganggu.

Lepasnya retina saat seorang ibu hamil dengan mata minus tinggi (minus di atas 3) yang melahirkan dengan cara normal, bisa terjadi karena berbagai hal, antara lain: peradangan hebat, trauma akibat benturan dan pre-eklampsia. Lepasnya retina disebabkan oleh kondisi retina yang tipis dan mudah robek dan adanya gel cair dalam bola mata yang mudah merembes dan mengalir ke dalam lubang retina sehingga retina mudah lepas. Gangguan mata yang lain adalah terkumpulnya cairan di bawah retina pada ibu hamil dengan mata minus tinggi, selama cairan tersebut bisa dipompa oleh epitel pigmen retina maka tidak akan terjadi retina yang sobek. Tapi resiko yang sering dialami ibu hamil dengan mata minus tinggi, saat melahirkan normal bisa mengakibatkan terjadi robekan-robekan yang membentuk lubang-lubang pada retina. Karena itu pada banyak kejadian ibu hamil dengan mata min yang cukup tinggi, maka umumnya dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar guna mencegah retina lepas atau sobeknya retina.

Bisakah Ibu Hamil Dengan Mata Minus Melahirkan Normal ?

Sebuah penelitian di Rusia pada tahun 2003 menyatakan bahwa ibu hamil dengan mata minus tinggi bisa melahirkan secara normal. Penelitian dilakukan dengan mengukur tekanan intraocular dan hemodinamik pada bola mata.

Untuk itu ibu hamil dengan mata minus tinggi wajib memeriksakan mata secara berkala selama kehamilan dan menjelang ibu-hamil-dengan-mata-minus-tinggi persalinan. Pemeriksaan antara lain tekanan intraocular yang berhubungan syaraf optik dan tekanan hemodinamik yang berhubungan dengan sirkulasi darah pada bola mata. Juga dilihat apakah ada gangguan mata seperti retina sobek ataupun cairan bocor di bawah retina. Melalui pemeriksaan oleh ahli mata, akan direkomendasikan apakah ibu dapat melahirkan secara normal atau dengan metoda persalinan yang lain. Ibu hamil berkacamata juga biasanya dianjurkan untuk mengurangi frekuensi penggunaan gadget, menonton TV dan membaca. Ibu harus menyisihkan waktu untuk mengisitirahatkan mata di sela-sela kegiatan. Pemeriksaan ulang dilakukan pasca persalinan, untuk mengantisipasi dampak metoda persalinan yang digunakan pada kondisi mata.

Pada dasarnya melahirkan adalah proses fisiologis, dan proses mengejan ketika proses persalinan itu identik dengan proses defekasi atau Buang Air Besar (BAB) jadi tidak perlu khawatir, saat wanita hamil dengan mata minus, dia masih bisa melakukan persalinan normal. Karena risiko robekan retina tidak berhubungan dengan aktivitas baik saat melahirkan atau kesulitan saat defekasi. retina yang robek dapat terjadi akibat benturan di kepala dan di mata.

Lepasnya retina (ablasio retina) disebabkan kondisi retina yang tipis dan mudah robek saat Ibu mengejan pada proses persalinan normal. Selain itu, terdapat gel cair dalam bola mata yang mudah merembes dan mengalir ke dalam lubang retina sehingga retina mudah lepas. Biasanya dokter akan menyarankan Ibu hamil bermata minus tebal atau tinggi (lebih dari minus tiga) untuk melakukan operasi caesar guna mencegah retina lepas.

Selain disebabkan adanya robekan-robekan yang membentuk lubang-lubang pada retina, ablasio retina dapat disebabkan berbagai hal, seperti peradangan hebat, trauma akibat benturan, tumor, komplikasi diabetes, pre-eklampsia, dll.

Untuk mengobati dan mencegah mata minus pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengkonsumsi suplemen mata S-Lutena. Cara mengobati mata minus anak ampuh tanpa efeksamping dan terbukti ampuh untuk cara mengobati mata minus dan plus. S-Lutena merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam super lutein.

S-Lutena sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Mata Minus Melahirkan Normal

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*