Mata Minus Apakah Karena Faktor Keturunan ?

Mata Minus Apakah Karena Faktor Keturunan ?

 

Mata minus atau dalam bahasa medis disebut Miopia (myopia) merupakan gangguan penglihatan yang terjadi akibat terjadinya kesalahan bias umum dari mata yang membuatnya sulit untuk melihat dengan fokus pada objek yang jauh. Dengan kata lain, seseorang yang mengalami gejala miopia akan dapat melihat benda atau object dekat dengan jelas, namun pada saat melihat object atau benda yang jaraknya jauh penglihatan menjadi buram atau kabur.

Mata Minus Apakah Karena Faktor Keturunan ?

Mata Minus Apakah Karena Faktor Keturunan ?

Gangguan atau gejala mata minus bisa timbul pada usia dini dan dapat memburuk pada usia remaja. Untuk itu perlu tau bagaiamana cara memelihara kesehatan mata agar terhindar dari gangguan mata seperti mata minus.

Mata Minus Apakah Karena Faktor Keturunan ?

Penyebab pasti mata minus belum dapat diketahui, namun memang genetika merupakan salah satu faktor utama terjadi mata minus, jadi jika kedua orangtua Anda mengalami gangguan rabun jauh maka mempunyai kesempatan untuk mengalami gangguan rabun jauh.

Gejala dan Tanda-tanda dari Mata Minus

Berikut ini beberapa gejala atau tanda-tanda mataminus:

  1. Pandangan Buram atau Kabur

Hal ini terjadi terutama pada saat seseorang berusaha untuk melihat object atau benda-benda yang jauh jaraknya. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya penderita akan menyipitkan mata secara terus menerus, atau mendekatkan pandangan dengan object yang ingin dilihat.

  1. Sakit Kepala atau Pusing

Seseorang yang memiliki gangguan miopia dapat mengalami rasa pusing atau sakit kepala yang disebabkan oleh tingkat ketegangan mata yang berlebihan yang menimbulkan mata menjadi lelah. Salah satu yang menimbulkan adanya penyebab sakit kepala karena aliran darah yang tersumbat yang menghambat darah mengalir lancar ke bagian kepala.

  1. Penglihatan Menjadi Lebih Buruk pada Malam Hari

Orang yang memiliki gangguan miopia akan mengalami kesulitan dalam melihat terutama pada saat sedang mengemudikan kendaraan di malam hari. Hal ini sering disebut night myopia.

  1. Lebih Mendekat pada Object atau Benda

Jika ingin melihat secara jelas, seorang penderita miopia biasanya akan lebih mendekatkan diri dengan object yang ingin dilihatnya. Seperti pada saat nonton TV, film layar lebar, membaca, maupun object-object yang lain.

  1. Sering Mengucek atau Berkedip

Hal ini seringkali dilakukan oleh penderita mata minus dengan tujuan untuk memperjelas penglihatan yang semula tampak kabur. Banyak orang yang tidak mengetahui bahaya mengucek mata dengan tangan. Siapa sangka jika mengucek mata menggunakan tangan akan memperburuk penglihatan hingga menyebabkan kerusakan saraf pada mata.

Gejala miopia bisa menjadi tanda tidak normalnya kadar gula darah pada penderita diabetes atau sebagai indikasi awal terjadinya katarak. Untuk melakukan pengobatan terhadap mata minus, memang sebaiknya mengenali dan memahami gejala miopia yang di alami. Menjaga kesahatan mata sangatlah penting karena mata dapat di katakan organ yang paling penting dalam melakukan  kegiatan sehari-hari.

Koreksi mata miopia adalah dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata sedangkan mata dengan astigmatisme adalah dengan menggunakan lensa silindris. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak.

Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 – 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A. Kegiatan seperti melihat komputer dan handphone terus menerus membuat otot mata selalu berkontraksi untuk melihat dekat, akhirnya seringkali timbul kelelahan otot mata yang menimbulkan nyeri kepala. Selain itu beberapa sumber mengaitkan seringnya memfokuskan mata untuk melihat dekat menyebabkan terjadinya mata minus, namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus adalah dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Mata Minus Apakah Karena Faktor Keturunan ?

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*