Mata Min – Mengenal Lebih Banyak tentang Myopia

Mata Min – Mengenal Lebih Banyak tentang Myopia

 

Mata Min Mata sebagai jendela hati setiap manusia memiliki berbagai penyakit mata yang secara umum banyak diderita. Ada yang tahu penyakit apa saja yang menjadi sebuah momok? Penyakit mata yang secara umum diderita banyak orang adalah mata min (myopia) dan silinder (astigmatisma). Di antara dua penyakit mata ini, yang lebih sering dijumpai di sekitar kita adalah penyakit mata min atau myopia. Terutama di negara-negara maju, penyakit ini lebih sering dijumpai karena penyakit mata min erat kaitannya dengan si kutu buku atau orang yang sangat suka membaca sehingga warganya pun menjadi lebih inovatif dan kreatif untuk membawa negaranya lebih maju, seperti negara Amerika, Australia, Jepang, dan lainnya. Selain itu, myopia sering disertai dengan gangguan ‘mata slinder’ sedari dini.

Mata Min - Mengenal Lebih Banyak tentang Myopia

Mata Min – Mengenal Lebih Banyak tentang Myopia

Mata Min ( myopia ) atau biasa disebut rabun jauh terjadi karena adanya garis lengkung kornea yang lebih pendek atau sering disebut menderita gangguan refraksi. Artinya penglihatan terganggu akibat tidak sempurnanya bayangan benda yang diterima oleh saraf-saraf mata yang nantinya disampaikan ke otak. Di penderita myopia ini, bentuk bola mata terlalu lonjong atau kornea yang tadi telah disebutkan di atas, yaitu melengkung sehingga bayangan benda yang masuk ke mata menjadi tidak fokus. Dengan kata lain, bayangan objek jatuh di depan retina sehingga menyebabkan penglihatan penderita menjadi blur atau kabur.

Penyakit mata min atau myopia ini biasanya mulai tampak pada usia yang muda. Faktanya penyakit mata min ini dapat berkurang dengan sendirinya, tetapi bisa juga terjadi sebaliknya, yaitu keadaan mata menjadi memburuk seiring bertambahnya usia. Bicara mengenai penyakit, tentu tidak bisa lepas dari gejala awal atau pertanda yang akan dialami calon penderita. Di penyakit mata min (myopia), penderita akan lebih sering mengalami kelelahan dan pusing serta sakit kepala yang hebat saat memandang suatu objek dari kejauhan. Selain itu, penderita juga akan mengalami keadaan bola mata yang menjadi sering perih dan berat, terasa seperti mau keluar. Keadaan ini biasanya membaik, jika mata diistirahatkan sejenak atau dengan minum obat nyeri. Nah, jika tidak membaik juga, di saat seperti ini, dokter akan melakukan pemeriksaan penglihatan terhadap gejala tersebut baik secara manual atau dengan komputer.

Ada akibat, tentu ada sebab. Penyebab seseorang menderita penyakit mata min sejak dini atau pada saat beranjak dewasa sudah pasti ditentukan oleh pola hidup atau perilaku yang kurang sehat, contohnya adalah membaca sambil tiduran, menonton atau menatap layar monitor/televisi dalam jarak dekat dan waktu yang lama, membaca pada penerangan yang kurang serta pola makan yang tidak sehat karena kurangnya mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A. Selain itu, faktor internal lainnya adalah faktor keturunan yang diturunkan orang tua.

Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan mata min, adalah  adalah dengan menutup mata Anda menggunakan telapak tengan. Kemudian berikan sedikit tekanan pada mata. Tekanan atau pijatan ringan ini akan membantu melemaskan otot mata Anda selain membantu meregangkan otot mata akibat terlalu lelah beraktivitas. Jika Anda ingin mengurangi minus pada mata, setidaknya menjaga agar minus tidak bertambah, lepaskan kacamata pada saat Anda melakukan kegiatan karena kadang mata juga merasa lelah ketika lama memakai kacamata. Lalu coba untuk melihat benda-benda lain yang memiliki jarak pandang yang berbeda-beda dan kedipkan mata secara normal, jangan terlalu cepat dan juga terlalu lambat.

 

Mata Min – Mengenal Lebih Banyak tentang Myopia

This entry was posted in artikel and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*