Gejala Mata Rabun Jauh

Gejala Mata Rabun Jauh

 

Miopia (rabun jauh) merupakan suatu kondisi dimana seseorang dapat melihat objek pada jarak dekat dengan baik (contohnya ketika membaca buku atau bekerja dengan komputer) tetapi mengalami gangguan ketika melihat objek yang jauh (contohnya rambu lalu lintas atau nomor bus). Miopia biasanya terjadi karena mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk untuk jatuh ke retina, bagian mata yang berfungsi untuk melihat.

Gejala Mata Rabun Jauh

Gejala Mata Rabun Jauh

Sama halnya dengan Rabun Dekat, rabun jauh dapat diturunkan dari orang tua kepada anak. Kondisi ini biasanya diketahui saat anak berusia 8 hingga 12 tahun. Pada usia remaja, ketika badan tumbuh pesat, kondisinya bisa semakin menurun. Biasanya tidak banyak perubahan terjadi ketika orang berusia antara 20-40 tahun.

Gejala Mata Rabun Jauh

Gejala mata rabun jauh sangat beragam dan dapat terjadi pada siapa saja dan dari segala umur. Tetapi kondisi ini umumnya mulai dirasakan oleh pengidapnya pada masa kanak-kanak hingga usia sekolah. Berikut ini adalah gejala – gejala mata rabun jauh yang muncul secara umum, antara lain :

  • Gejala mata rabun jauh yang pertama yaitu objek dekat bisa terlihat, sedangkan objek jauh terlihat kabur
  • Gejala mata rabun jauh yang kedua adalah mengecilkan mata ketika melihat objek jauh
  • Gejala mata rabun jauh berikutnya adalah tidak dapat melihat papan hitam dengan jelas
  • Terlalu dekat dengan buku ketika membaca
  • Gejala awal mata rabun jauh yang selanjutnya, yaitu Sering sakit kepala
  • Mata berair
  • Cepat merasa lelah
  • Sering merasa nyeri mata
  • Gejala mata rabun jauh yang selanjutnya, yaitu Harus menyipitkan mata untuk melihat benda-benda pada jarak wajar yang seharusnya dapat dilihat dengan mata normal
  • Sering mengeluh pandangan kabur atau berbayang ketika melihat dalam objek dalam jarak dekat atau jauh
  • Gejala mata rabun jauh yang berikutnya, yaitu Membutuhkan jarak pandang dekat dengan objek agar terlihat lebih jelas
  • Gejala mata rabun jauh lainnya adalah jalan sering kesandung, jatuh dan suka menabrak-nabrak karena tidak bisa fokus lihat objek. Ini juga merupakan gejala awal mata minus.

Gejala mata rabun jauh tersebut perlahan-lahan akan makin parah seiring bertambahnya usia dan perkembangan mata. Misalnya pada lansia, penurunan kemampuan mata biasanya berhubungan dengan terbentuknya katarak pada lensa mata.

Cara Mengobati Mata Rabun Jauh

Rabun jauh atau mata minus dapat dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak atau bedah refraktif. Apapun yang akan dilakukan tujuannya adalah sama, yaitu agar bayangan objek atau cahaya jatuh tepat dipermukaan retina. Jika yang digunakan adalah kata mata atau lensa kontak, maka membutuhkan lensa yang negatif (makanya disebut dengan mata minus) atau konkaf (lensa cekung) agar cahaya jatuh lebih jauh, berbeda dengan lensa cembung (konveks) yang membuat cahanya mengumpul dan jatuh lebih dekat, maka dari itu lensa cembung digunakan untuk rabun dekat (mata plus) dan sebaliknya lensa cekung digunakan untuk rabuh jauh (mata minus).

Untuk meningkatkan kesehatan mata dan untuk mencegah dan mengatasi gejala mata rabun jauh, sebaiknya sering mengasup makanan yang mengandung antioksidan untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan mata. Yang juga tak kalah penting adalah beristirahat, termasuk mengurangi paparan pemakaian gadget untuk menghindari terjadinya mata minus pada balita.

Selain dengan cara tersebut, Anda juga bisa mengatasi mata minus dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk mata. Ada banyak suplemen mata yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen mata S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah berbagai macam penyakit mata dan penyakit kronis lainnya. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Gejala Mata Rabun Jauh

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*